Friday, 12 August 2016

TINGKATKAN BUDAYA SENSOR MANDIRI


Hal Yang biasa mungkin dianggap sepele Oleh berbagai Kalangan. Tetapi HAL Yang biasa ini JIKA Sudah Menjadi Kebiasaan, ini bisa Saja mempengaruhi sipenerima audio,  visual, dan audio visual (manusia. red).
Ketika suatu hal yang biasa ini kita terima begitu saja akan memiliki dampak positif dan negatif. Beberapa hal yang harus kita ketahui adalah ketika kita melihat sesuatu hal yang memang belum saatnya kita untuk mengetahuinya atau belum saatnya kita untuk melihatnya, itu dapat mempengaruhi kehidupan kita.  Hal ini terjadi karena banyak media-media dengan santainya menampilkan gaya hidup yang memangbukanlah gaya hidup kita.
Memangtidak semuanya mengandung ke unsur negatif, masih ada hal yang bermanfaat untuk diketahui.  Ada beberapa media mampu men-Sugesti sipenerima audio, visual, audio visual (manusia.red).  Salah satunya televisi.
Tisi adalah salah satu media terbesar yang paling banyak diminati oleh banyak kalangan, mulai dari anak-anak, dewasa, maupun orang tua. Media ini mampu men-Sugesti (mempengaruhi/ menggerakkan hati orang,  "kbbi") kita.  Ada yang membuat kita menjadi lebih baik, adapula membuat kita menjadi orang yamg berbeda.  Dampak negatif dari media ini adalah dapat mempengaruhi seseorang secara tidak langsung, mulai dari gaya hidup dan budayanya.
Menipu adalah gaya berpakaian. Ini dapat mempengaruhi para kaum Hawa, sehingga mereka meniru tanpa berfikir pantas dan tidak pantas. Karena sejak awal mereka sudah tersugesti bahwa cara berpakaian seperti budayaasing sangat keren atau New Style jika dikenakan. Hal inilah budaya sopan santun yang kita miliki hilang diganti oleh budaya asing.
Ada juga suatu hal yang memang kita tidak perlu melihatnya melalui media ini. Contohnya, pertumpahan darah, korban akibat kecelakaan atau keadaan korbam saat kecelakaan. Itu semua dapat mempengaruhi kita. Mungkin kita alergi/pobia melihat darah atau trauma akan kecelakaan yang terjadi.
Oleh KARENA Dampak tersebut kita tidak bisa lagi menonton Televisi.

Santai dulu....


Kita harus berterima kasih kepada Lembaga Sensor Film Republik Indonesia. Kenapa? Karena merek kita masih bisa memegang teguh budaya Indonesia yang sopan santun dalam gaya hidup dan tata cara berperilaku. Yang walaupun budaya luar masih ditayangkan di dunia pertelevisian Indonesia. Lembaga Sensor Film akan mengedit, menghapus atau memburam isi film yang tidak pantas untuk ditayangkan sehingga kita bisa menontonnya dengan leluasa.

Ada beberapa tujuan terjadinya sensor didalam perfilman.

1. Pengetahuan

Ilmu adalah hal yang dibutuhkan dalam tayangan pertelevisian. Setiap film yang ditayangkan harus mendidik penontonnya, memberikan makna baik itu jasmani maupun rohani. Tetapi didalamnya terkadang ada hal-hal di luar nalar manusia. Itulah yang akan disensor oleh Lembaga Sensor Film, mereka akan selalu memberi tontonan yang pantas untuk ditayangkan dan dinikmati oleh banyak kalangan.

2.  Budaya

Budaya memang harus dijaga ketat agar tidak runtuh oleh karena budaya asing. Budaya inilah yang selalu mengubah perilaku anak di jaman modern ini. Oleh karena Tren, mereka akan merombak perilaku dan gaya hidup agar sama dengan budaya asing supaya lebih keren. Lama kelamaan budaya asli akan diganti oleh budaya asing. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh Lembaga Sensor Film. Mereka akan selalu mengorek secara detail film yang akan ditayangkan, agar budaya Indonesia tidak hilang. Karena kita tahu ada budaya asing yang memang bukanlah budaya kita. Contohnya, budaya berpakaia. Inilah yang harus dijaga di dunia pertelevisian, apalagi film dari luar.

Itulah beberapa hal yang harus kita ketahui kenapa Lembaga Sensor Film melakukan pemilahan didalam pertelevisian. Kita harus berterima kasih kepada merwka karena kita masih bisa menikmati film-film yang benar-benar bermanfaat bagi kita. Jadi, kita harus tetap mendung mereka agar tetap mengawasi dunia pertelevisian di Indonesia agar budaya kita tetap teguh. Biarkan mereka tetap menjadi Lembaga Sensor Film yamg mandiri dan profesional yang harus kita banggakan untuk masa depan kita dan masa depan anak-anak kita.

Kita harus tahu VISI mereka. Yaitu, mewujudkan masyarakat sensor mandiri dan berkembangnya perfilman nasional yang berdaya saing sesuai tata nilai budaya bangsa untuk memperkokoh ketahanan nasional.